IPA KELAS 5 SMT II

IPA KELAS 5 SMT II

 

Energi dan Perubahannya

Standar Kompetensi

Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya

 

Kompetensi Dasar

  • Mendeskripsikan hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet)

 

Tujan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat

  1. Menjelaskan pengertian gaya
  2. Menjelaskan pengertian gaya magnet
  3. Menyebutkan jenis-jenis magnet
  4. Menjelaskan pengertian gaya grafitasi
  5. Menjelaskan pengertian gaya gesek
  6. Menjelaskan manfaat dan kerugian dengan adanya gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari
  1. Pengertian Gaya

Dalam kehidupan sehari-hari kita mendapati kegiatan yang berhubungan dengan gaya. Pada saat kita membuka atau menutup pintu kita telah melakukan gaya yang berupa dorongan dan tarikan. Selain itu, pada saat kamu bermain sepak bola kamu melakukan gaya terhadap bola menggunakan kaki dan tanganmu. Gerakan mendorong atau menarik yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya. Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan mempengaruhi benda tersebut. Gaya terhadap suatu benda dapat mengakibatkan benda bergerak, berubah bentuk, dan berubah arah. Pada saat kamu menendang bola maka bola akan bergerak dan berubah arahnya. Gaya pada benda juga mengakibatkan benda berubah bentuk. Sebagai contohnya, ketika kamu bermain dengan plastisin kamu dapat membuat berbagai macam bentuk. Gaya yang dilakukan tangan menyebabkan bentuk plastisin berubah sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Berdasarkan sumbernya, gaya dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesekan.

 

  1. Gaya magnet

Tarikan atau dorongan yang disebabkan oleh magnet disebut gaya magnet. Tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet. Hanya benda-benda yang memiliki sifat tertentu saja yang dapat ditarik oleh magnet. Benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut bersifat magnetis sedangkan benda tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda bersifat tidak magnetis.

Untuk dapat mengetahui benda bersifat magnetis atau tidak magnetis dapat dilakukan dengan kegiatan yaitu mendekatkan berbagai macam benda dengan magnet.

Magnet memiliki kekuatan untuk menarik benda-benda yang memiliki sifat magnetis. Untuk dapat mengetahui kekuatan magnet dapat diamati melalui garis gaya magnet. Garis gaya magnet dapat ditimbulkan dengan cara meletakkan serbuk besi di atas kertas, kemudian di bawahnya diletakkan sebatang magnet. Garis gaya magnet terbentuk oleh kekuatan magnet dalam menarik serbuk besi. Bagian yang berbentuk garis tebal di situlah terletak gaya magnet yang paling kuat. Daerah di sekitar magnet yang dipengaruhi oleh gaya magnet disebut medan magnet.                                                                   medan magnet

Gambar garis gaya magnet

 Kekuatan magnet terbesar terletak pada bagian ujung-ujung magnet atau kutub magnet. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.  Kutub-kutub magnet memiliki sifat yaitu apabila kutub-kutub magnet yang senama (utara dan utara atau selatan dan selatan) didekatkan,  maka keduanya akan tolak-menolak. Apabila kutub-kutub magnet yang tidak senama (utara dan selatan) didekatkan, maka keduanya akan saling tarik menarik.

Dalam kehidupan sehari-hari magnet digunakan antara lain untuk dinamo, pengunci kotak pensil atau tas, kompas, speaker radio, mikrofon, antena pada mobil remot kontrol, dan alarm pengaman mobil. Magnet juga digunakan pada alat-alat berat untuk mengangkut benda-benda dari besi. Magnet tersebut berasal dari aliran listrik oleh karena itu disebut elektromagnet. Jika tidak ada aliran listrik maka sifat kemagnetannya akan hilang.

Jenis-jenis magnet

Magnet berasal dari kata “magnesia” yang merupakan nama sebuah daerah di Asia kecil (Asia minor), tempat pertama kali ditemukannya magnet. Magnet yang sejak semula ditemukan sudah mempunyai sifat kemagnetan disebut magnet alam. Sedang magnet yang sifat kemagnetannya timbul karena dibuat/direkayasa oleh manusia, disebut magnet buatan. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat magnet adalah besi atau baja. Besi lebih mudah dibuat menjadi magnet namun kemagnetannya cepat hilang. Baja sulit untuk dibuat magnet. Namun demikian, kemagnetannya lebih tahan lama dibandingkan dengan magnet yang dibuat dari besi. Terdapat beberapa cara dalam pembuatan magnet di antaranya adalah cara induksi, menggosok, dan mengalirkan arus listrik.

 Menurut bentuknya jenis magnet dapat dibedakan antara lain magnet batang, ladam, jarum, silinder, dan magnet u.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: