Moda Transportasi yang Nyaris Tergantikan

Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dari hari ke hari hitungannya seperti deret ukur, sementara pertumbahan sarana jalan raya nyaris tak mengalami perubahan sehingga  keluhan kemacetan lalu-lintas menjadi langganan rutin, khususnya di perkotaan. Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor menambah pula volume gas polutan di udara. Reaksi dari adanya fenomena di atas, kini alat transportasi yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan  banyak didambakan oleh masyarakat mengingat efek jangka panjang dari pengaruh menghirup udara tercemari oleh gas karbonmonoksida berasal dari buangan gas kendaraan bermesin, sangat tidak baik bagi kesehatan.

Dari topik permasalahan di atas saya jadi teringat masa kecil ketika suasana jalan raya di kota saya masih lengang. Saya sering bersama teman jalan kaki sepulang sekolah di SD, duduk di pinggir jalan menghitung bus yang masih sangat jarang lewat kalau tidak salah ada namanya Bus Eva, Baker, dan ada nama lain yang sudah kelupaan. Kendaraan bermotor atau mobil pribadi masih sangat jarang. Selain itu yang lewat di jalan raya yaitu orang bersepeda, andong, becak, dan gerobag sapi. Andong ketika itu merupakan moda transportasi penting menghubungkan penduduk pedesaan atau mbok-mbok bakul, ke pasar di kota. Sering tanpa sepengetahuan kusir, saya bersama teman membonceng andong, di belakang ada tempat menaruh pakan, di situ berjongkok agar tak terlihat sang kusir. Ada kalanya kusir sengaja pura-pura tidak melihat tetapi tiba-tiba lecutan cambuk melayang, “Cther!” sakit campur terkejut membuat kami berlompatan turun dari boncengan, geli juga mengingat hal itu. Sekarang andong sudah jarang terlihat lewat di jalan raya kecuali ada event karnaval atau disewa para turis keliling kota.

Gerobag sapi kala itu banyak digunakan untuk alat pengangkutan bahan-bahan material semisal batu bata dan pasir. Beberapa tahun terakhir, di pangkalan gerobak sapi yang dulu biasa mangkal menunggu customer sudah tak tertemui lagi.

Teringat ketika saya remaja, berkumpul dengan teman-teman bersendagurau ada salah satu teman yang memberi tebakan, “ Apa sebabe jaran yen mlaku kok manthuk-manthuk, nanging yen sapi kok gedhag-gedheg?”. (Apa sebabnya, kuda kalau jalan manggut-manggut, sedang sapi gelang-geleng). Saat itu tidak ada yang bisa menebak, dan akhirnya dijawab sendiri oleh yang membuat tebakan. “ Wektu kuwi ana jaran lagi narik andong, jaran mau mlaku karo ngetokake manuke dawa banget, lha dilalah pethukan karo sapi sing lagi nggeret grobag, sapi mau kandha: Ora umum …karo gedheg-gedheg, jaran sing krungu pasemone sapi mau celathu: ya wis ben … karo manthuk-manthuk”. (Ketika itu kuda sedang menarik andong sambil mengeluarkan senjatanya yang panjang sekali, secara tidak sengaja berpapasan dengan sapi yang sedang menghela pedati, sapi tadi berkata : Wah luar biasa … sambil geleng-geleng, sang kuda mendengar perkataan sapi berucap: Acuh aja …sambil manggut-manggut”. Ada-ada saja teman saya itu, ya.

Sumber gambar dari sini:

gambar 1

gambar2

Perihal padamara88
Berusaha hidup dengan mensyukuri semua karunia Nya

13 Responses to Moda Transportasi yang Nyaris Tergantikan

  1. Ely Meyer mengatakan:

    pernah mendengar tebak tebakan itu mas🙂

  2. kangyaannn mengatakan:

    di kota kecamatan kampung halaman saya andong namanya delman, sampai sekarang masih ada, masih beroperasi bersaing dg ojek hehe…

  3. Wong Cilik mengatakan:

    saya malah baru dengar tebak-tebakannya pk … hi.hi.hi…

  4. SanG BaYAnG mengatakan:

    Meski baru pertama mendengar bikin senyum senyum sendiri..😀

  5. oboro oodagiri mengatakan:

    Di Kota saya masih ada deh alat transportasi semacam itu, namanya DELMAN, masih beroperasi sampai sekarang.. meskipun populasinya sudah berada di ujung tanduk….

    selain mahal tidak bisa ngebut.. hehehehe…
    padahal itu adalah warisan ya…

  6. otakdobel mengatakan:

    sayang ya pak sekarang sudah jarang melihat yang seperti ini😦
    semoga saja masih ada yang melestarikannya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: