Tembang Kenangan

Tiba-tiba terbersit kenangan masa remaja, saat itu hari Minggu Taman Sriwedari masih ramai pengunjung. aku dan teman-teman iseng main di situ. Berjalan ditepi segaran. Melihat perahu boat yang membawa penumpang mengelilingi danau buatan. Di tengah segaran ada sebentuk pulau, dan disitu berdiri kokoh sebuah gazebo. Di tempat ini biasa dipentaskan aneka kesenian. Ketika itu yang mengisi pentas adalah kelompok pemusik keroncong yang pemainnya maaf, tuna netra.

Aku bersama teman duduk di sekitar podium, mendengarkan lagu-lagu keroncong yang mendayu-dayu itu lama-kelamaan kok terasa bosan. Entah angin apa yang membisikkan, serta-merta timbul keinginan untuk menghidupkan suasana. Aku mendekat ke salah seorang pemain di jeda sebuah lagu.

“ Maaf ..Pak, bolehkah saya menyumbang sebuah lagu? “ tanyaku

“ Boleh saja nak, mau nyumbang lagu apa? “ kata bapak itu balik nanya

Akhirnya dengan lobi yang sedikit a lot, saya diijinkan untuk menyanyikan lagu yang sebenarnya bukan lagu keroncong. Lagu itu milik Mamik Slamet yang saya sukai syairnya. Kalau tidak salah demikian bunyinya:

 mamik-slamet-001

Liku-liku kesedihan ku alami

Liku-liku pengalaman pernah ku jalani

Sampai saat sinar terang yang ku damba kini

Hanyalah tabahku berjuang

Dalam terik matahari ku bekerja

Bawah atap langit, aku tidur sementara

Namun doaku selalu tak kan pernah lupa

Inilah kurnia untukku

Ref :

Syukur pada Mu

Puji untuk Mu

Hari indahku

Jadi kenyataan

Ketika membayangkan pengalaman itu, tak terasa aku bergumam menyenandungkan lirih lagu itu.

Perihal padamara88
Berusaha hidup dengan mensyukuri semua karunia Nya

8 Responses to Tembang Kenangan

  1. marsudiyanto mengatakan:

    Ini keroncong modifikasi….
    Kalau yang fanatik sama keroncong pasti mengatakan lagunya Mamik Slamet ataupun Mus Mulyadi itu bukan keroncong, tapi kalau saya tetep menganggap itu adalah lagu keroncong…
    Semi keroncong lah😀

  2. titiw mengatakan:

    Wah, masnya suka keroncong ya.. Nice.. Kalo tidak salah keroncong itu akulturasi budaya musik perancis juga, bukan..?🙂

  3. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    tembang kenangan bia membuat “hidup” menjadi lebih “hidup”, pak. saya juga biasa rengeng2 menyanyikan tembang kenangan, meski dengan not pas2an.

  4. anie naninoninune mengatakan:

    kebetulan saya juga suka lagu itu,, terimakasih ,, :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: