Sugriwa Subali

Bahwa pesan yang tidak jelas dapat memicu terjadinya kekisruhan merupakan benang merah yang dapat ditarik dari kisah pewayangan ini.

Berawal dari kegoncangan yang terjadi di Suralaya akibat aksi sepihak dari raja kerajaan Kiskenda ialah Maesasura dan patihnya Lembusura, menyebabkan Sang Hyang Guru mengutus Bethara Narada tedak di marcapada. Maesasura mendeklarasikan tuntutan yang tidak proporsional, dengan nekat meminta seorang bidadari untuk dijadikan isterinya. Padahal Satriya yang gagah perkosa sekalipun jika tanpa inisiatif dari Sang Penguasa Langit dan oleh karena jasanya yang besar terhadap para Dewa kemudian mendapat anugerah seorang bidadari, tak bakalan bisa mendapatkannya. Apalagi tokoh ini adalah golongan raseksa yang berwajah kerbau dan patihnya berwajah sapi, tentu saja Dewa sangat berkeberatan untuk meluluskan permintaannya. Kenekatan raja kerajaan Sura dan didukung patihnya ini tentu saja tidak dilakukan tanpa persiapan dan dukungan yang handal. Maesasura dan Lembusura merupakan tokoh nan sakti serta didukung pasukan dan senjata alteleri yang siap memporak porandakan kahyangan dalam sekejap.

Dan nyata itulah yang terjadi, ketika mendapat reaksi penolakan dari Kadewatan. Maesasura dan Lembusura naik darah, mengobrak abrik kahyangan dan berhasil melarikan Dewi Tara ke Gua Kiskenda.

Diutusnya Bethara Narada turun ke bumi adalah mencari jago untuk mengemban misi penyelamatan Dewi Tara. Dari situs jejaring sosial  Sweeter, yang sempat dilacak oleh Bethara Narada, dikabarkan bahwa di tengah hutan Dandaka ada dua orang satriya berwajah kera ialah Sugriwa dan Subali sedang bertapa. Karena gentur tapanya ilmu dan kesaktian tingkat tinggi telah diperolehnya. Dietemuinya Sugriwa dan Subali dan disampaikan pesan Bethara Guru tentang tugas yang harus dilaksanakan, dengan iming-iming hadiah Dewi Tara bagi yang bisa mengalahkan Maesasura dan Lembusura.

Subali yang berwatak keras dan ambisius namun juga menguasai ajian level tinggi Pancasona, tanpa berlama-lama segera menuju ke Gua Kiskenda. Berbekal kesaktiannya dengan mudah memasuki markas bangsa Sura itu dan melumpuhkan pasukan yang menawan Dewi Tara. Sugriwa diserahi tugas untuk menyerahkan dahulu Dewi Tara ke Kahyangan dengan alasan demi keselamatan calon hadiah itu. Subali berencana kembali ke Gua Kiskenda untuk menuntaskan tugas yaitu mengalahkan Maesasura dan Lembusura. Sebelum menantang duel kedua raseksa, Subali berpesan kepada Sugriwa. Disinilah titik awal munculnya permasalahan yang menjadikan perseteruan jangka panjang diantara keduanya. Isi pesan itu adalah pada saat Subali melakukan pertempuran di dalam gua, Sugriwa disuruh menunggu di luar dan mengamati air sungai yang mengalir keluar dari dalam gua. Jika air yang mengalir berwarna merah, berarti dua raseksa itu telah kalah dan tewas. Tetapi jika yang mengalir berwarna putih menandakan yang kalah dan mati adalah Subali, dan jika itu yang terjadi Sugriwa diminta segera menutup mulut gua dengan batu-batu besar agar kedua raseksa itu tak bisa keluar.

Sugriwa dengan seksama mengamati aliran air sungai dari dalam gua Kiskenda. Ternyata warna yang dilihatnya adalah bukan merah dan bukan putih tetapi merah bercampur putih. Warna itu tidak ada dalam point yang dipesankan oleh Subali. Sugriwa sempat bingung dan akhirnya mengambil keputusan berdasarkan alternatif tengah yaitu merah bercampiur putih berarti keduanya telah tewas dalam pertempuran alias mati sampyuh.

Sugriwa segera menutup pintu gua dengan batu-batu besar dan bergegas ke Kahyangan melaporkan hasil akhir dari pertempuran Subali di Gua Kiskenda sambil menyerahkan kembali Dewi Tara.

Sang Hyang Bethara Guru sangat berkenan atas laporan Sugriwa, berarti klilip yang mengganggu Suralaya telah sirna. Hadiah yang dijanjikan yaitu Dewi Tara diserahkan kepada Sugriwa. Sebenarnya Sugriwa berat hati menerima Dewi Tara karena ia merasa yang berhak adalah Subali namun karena yakin kalau saudaranya itu telah meninggal, akhirnya Sugriwa mau menerima pemberian hadiah dari Sang Penguasa langit.

Di tempat yang berbeda, Subali tengah mengatur nafasnya setelah berperang habis-habisan dengan dua raseksa dan telah memenanginya. Kaget setengah mati ketika menemui pintu gua tertutup rapat dengan batu besar. Praduga yang bermacam bentuk mengarah kepada Sugriwa. Dengan sengaja ia menutup pintu gua dan nyadhong hadiah yang seharusnya menjadi haknya. Subali mempunyai watak temperamental, batu yang menutup gua dtendangnya hancur lebur, melampiaskan kemarahan seketika kepada Sugriwa. Niatnya adalah menuntut balas dan mengambil kembali haknya.

Sugriwa dalam perjalanan setelah kembali dari kahyangan. Di tengah perjalanan bertemu dengan Subali, tanpa basa-basi menghentikan langkahnya dan dihajarnya Sugriwa tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk menjelaskan duduk perkaranya. Sugriwa berusaha menghindar tetapi karena terus terdesak akhirnya memberikan perlawanan. Duel sengit dua bersaudara itu tak berhenti jika Resi Gotama sang ayah tidak campur tangan.

Ditanyakan masalah penyebab terjadinya pertengkaran kakak beradik itu. Sugriwa menceritakan duduk perkara dari awal hingga akhir, di pihak lain Subali tidak mau menerima alasan yang dikemukakan Sugriwa.

Setelah menimbang dengan arif bijaksana Resi Gutama memutuskan perkara. Sugriwa di pihak yang benar dan berhak menerima hadiah Dewi Tara. Subali karena dianggap lancang berani-beraninya menyatakan mempunyai darah putih, padahal menurut Resi Gutama tak ada seorang manusiapun yang berdarah putih, dianggap bersalah dan dikutuk suatu saat akan mengalami kematian di tangan titisan Wisnu. Kelak kutukan itu terbukti ketika Subali terkena panah sakti Prabu Rama Wijaya dan sekaligus mengakhiri perseteruan Subali vs Sugriwa dalam keluarga Resi Gutama.

Sumber gambar : wayang.wordpress.com, id.wikipedia.org

Perihal padamara88
Berusaha hidup dengan mensyukuri semua karunia Nya

2 Responses to Sugriwa Subali

  1. sukajiyah mengatakan:

    Baru kali ini saya membaca cerita sugriwa dan subali dengan kalimat yang benar2 mudah saya cerna. Selalu ada pelajaran berharga dari cerita tersebut yang bisa kita petik. Salam blogging.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: