Di Rentang Malam

Jemari keriput itu masih lincah mengeriyap
Menari di sela-sela dawai siter
Nada petikan menggelayut berdenting
merunut irama gending
Sinom Pari Jatha mengalun dari bibir sinden
meski usia lebih setengah umur
suaranya masih terdengar merdu
Pengendang yang juga tak kalah sayuk,
menyemangati dengan sigrak gending yang memang berwirama gumyak

Janji sabar lan ora kesusu, sawahe jembar-jembar, parine lemu-lemu …
bunyi senggakan di jeda gending menghidupkan suasana
Angin malam mendesir meniup selendang sinden tua kumitir
Duduk suntuk diatas dingklik cilik
menemani para pelanggan menyantap bubur tumpang
sedari rembang petang
Tembang demi tembang mengalun,
merentang malam
Mengharap lugu uluran tangan
saat satu persatu pengunjung pulang
kiranya sudi menyisipkan sekeping uang

Ketika kokok ayam jantan bersahutan
menyambut sang surya pagi menjelang,
rombongan kesenian yang hampir hilang ditelan zaman,
melenggang ….
Ngetan bali ngulon apa sedyane kelakon …
Bunyi senggakan itu masih terngiang
Mbok bakul jenang lemu menatap dengan sayu
Kepergian rombongan cokekan
Teman setia merentang malam

Solo,17 Mei 2011

Perihal padamara88
Berusaha hidup dengan mensyukuri semua karunia Nya

3 Responses to Di Rentang Malam

  1. sukajiyah mengatakan:

    Wah, Pak, saya jadi trenyuh baca bait-bait di atas.
    Sudah lama sekali saya tak mendengar suara petikan dawai siter, mungkin sudah 20 tahunan.
    Terakhir saya mendengar saat peringatan 17 agustus di desa, kebetulan kami memenuhi keinginan para sesepuh desa utk menampilkan kesenian siter di pentas seni.
    Alunan yg sekarang sangat ku rindukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: