Keluarga Kecil

Di Sebuah Pondok

Disebuah pondok tinggallah seorang anak bersama ibunuya

Ditinggal ayahnya yang telah terlebih dahulu meninggal dunia

Mereka bertani di sebuah kebun waris keluarga

Jauh dari kota terpencil di sebuah desa

Kalau malam tiba ibu bercerita tentang ayah

Juga tentang kakek dan nenek yang telah lama tiada

Mereka dahulu orang yang kaya raya

Memiliki banyak harta dan terpandang di mata tetangga

Pada suatu hari terjadilah suatu peristiwa

Gempa bumi yang dahsyat menghancurkan rumah-rumah dan seisinya

Harta benda binasa dan banyak orang yang mati

Ditelan bumi yang terbelah membuat hati sedih

Tanah itu tidak bisa lagi ditanami

Penduduknyapun lebih banyak yang mati

Tanah menjadi sepi tidak seorangpun berani

Bermalam atau singgah meskipun hanya sehari

Burung-burungpun enggan tinggal di negeri terasing

Hewan pun enggan berbaring di bumi yang kering

Bahkan angin pun panas oleh bara api yang tak pernah padam

Yang menyembur baik siang maupun malam

Nak, mengapa kita tinggal di sini hanyalah karena rahkmat

Tuhan mengutus ibumu sambil mengggendong kau ke kota

Sehingga ketika bencana hinggap kita selamat

Pulang ke desa ini desa kerabat dari keluarga

Bila kau besar nanti, Nak, jadilah orang yang bijak

Belajar menuntut ilmu karena itulah harta yang mulia

Yang tak pernah dapat dirampas atau rusak

Oleh orang yang jahat atau orang yang durhaka

Disunting dari karya : Abi Parulian Nadeak

Perihal padamara88
Berusaha hidup dengan mensyukuri semua karunia Nya

2 Responses to Keluarga Kecil

  1. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    kisah yang tragis, ya, pak. semoga ada hikmah berharga di balik persitiwa memilukan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: