Mulutmu Adalah Harimaumu

Dalam peribahasa, terdapat kalimat ” Mulutmu adalah harimaumu” mengandung arti bahwa ucapan seseorang dapat menjadikan hal yang berbahaya bagi orang lain. Dampak atau ekses dari sebuah kalimat yang terlontar dari seseorang bisa mengakibatkan beberapa kemungkinan. Kemungkinan yang positif tidak menjadikan masalah dari isi pernyataan itu, namun jika kalimat lontaran itu menyebabkan seseorang  sakit hati atau tidak terima atas apa yang diucapkan oleh seseorang, maka pernyataan yang hanya beberapa patah kata itu akan menjadi sangat berkepanjangan.

Untuk itu, saya pribadi berusaha untuk mengendalikan dan menjaga agar tutur kata sebisa mungkin terkendali, sehingga sedikit banyak akan mengurangi banyaknya harimau yang keluar dari hutan … eh , keliru …. :)

Salam Blogger

 

Uang

Uang merupakan benda yang dicari oleh setiap orang. Demi uang orang rela bekerja keras, bahkan ada orang yang rela menjual harga diri demi mendapatkan uang. Sebelum lebih jauh membahas tentang uang ada baiknya kita ketahui lebih dahulu apa sih deskripsi uang itu.

Deskripsi uang :

Alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yg sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yg dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.(Dari kamus Bahasa Indonesia)

Dengan uang orang dapat membeli segalanya

Dengan memiliki uang seseorang dapat membeli apa yang diinginkan. Makanan, barang-barang, bahkan jabatan dapat dibeli dengan uang. Terkadang orang tidak kunjung merasa puas dengan barang yang dimilikinya selama ia masih memiliki banyak uang.

Dua, tiga buah mobil mewah. Empat, lima unit rumah mewah, terasa masih kurang walaupun itu mungkin hanya sebagai sarana mengkamumlasekan uang yang diperoleh secara tidak halal, disebut sebagai praktek pencucian uang (Money Laundry).

Seseorang dapat menduduki jabatan dengan membayar orang untuk berbondong-bondong memberikan suara dengan imbalan uang, itulah praktek politik uang (Money Politic).

Orang juga dapat membeli hukum dengan uang. Penegak hukum yang sudah terbius oleh uang, ia akan menjual jabatannya menggunakan tangan panjang dengan memanfaatkan jasa para makelar kasus alias markus. Maka demi uang hukum dapat dibeli oleh orang yang terlibat kasus kepada penegak hukum yang berwenang menangani kasus. Masih menjadi berita hangat ketika Ketua MK tertangkap tangan menerima uang panas terkait kasus pilkada di beberapa daerah.

Bahkan negara adi daya pun menjadi tak berdaya karena uang

Negara Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara super power atau negara adi daya mengalami ketidak berdayaan dalam membiayai belanja negaranya, sehingga meliburkan sementara sebagian besar badan pemerintah.

Dua Pilihan Terhadap Uang

Terhadap keberadaan uang, orang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu apakah orang memilih “uang sebagai sarana untuk hidup” ataukah “hidup hanya untuk uang”. Uang dapat mengangkat derajat seseorang, namun karena uang pula seseorang dapat terpuruk ke dalam jurang kenistaan.

Rejeki Datang Tak Terduga

Dua kali dalam waktu yang tak berselang lama aku mendapat rejeki kejutan. Apakah itu? Silakan baca kisahku berikut ini.

Pertama
Ketika liburan semester kemaren aku giliran piket di sekolah. Tiba-tiba ada burung kacer masuk ke ruang kantor. Bersama pak penjaga sekolah, burung itu dapat kutangkap. Ketika pak penjaga akan membeli pakan untuk burung itu, ada orang yang menawar.dan terjadilah transaksi jual-beli burung hasil tangkapan saat itu juga.Lumayan aku kebagian uang untuk beli rokok dan satu dos nasi bungkus dari pak penjaga.

Kedua
Hari pertama masuk sekolah setelah liburan semesteran, pagi itu tiba-tiba temanku menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu dimejaku, aku pun terheran dan bertanya,”Uang apa ini, bu?” dan dijawabnya,
“ Hanya sedikit, sekedar rasa terima kasih, rumah saya yang anda tawarkan kemaren telah laku, pak ..”
Puji syukur kepada Tuhan, ternyata iklan yang kemaren kupasang disalah satu layanan gratis iklan di internet ada yang nyanthol. Memang terkadang kita mendapatklan rejeki dari Tuhan dalam waktu dan cara yang tak kita duga.
Pernahkah sobat netter dan blogger mengalami hal seperti yang saya alami itu?

Ternyata Pagerank Bisa Turun

Saya agak kaget ketika iseng-iseng menengok google pagerank pada blog saya, tadinya tertera pada angka 2 kok sekarang menjadi 1. Saya jadi bertanya dalam hati ada apa dengan pagerank blog seadanya ini. Dari pada penasaran saya segera mencari tahu pada mbah google. Dari sebuah situs web saya mendapat beberapa alternatif jawaban penyebab pagerank turun. Antara lain:
1. Karena kurangnya aktifitas blog walking.
2. jarang update blog.
3. Banyaknya konten yang berupa copas atau autoblog.
4. Tidak ada konten atau artikel yang Unik.
Dari beberapa alternatif jawaban dari permasalahan turunnya pagerank itu, saya jadi nglenggana, ya memang untuk yang kriteria no 1 dan 2 rasanya cocok dengan keadaan aktifitas blog saya :)
Pernahkah rekan blogger mengalami turunnya pagerank seperti yang saya alami?

Menyoal Pemangkasan Mata Pelajaran di SD

Kurikulum pendidikan akan mengalami pembaruan lagi. Ada statemen bahwa beberapa mata pelajaran dihilangkan, sepertinya IPA dan IPS. Kedua mata pelajaran tersebut akan dilebur ke dalam mapel Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan umum. Sebagai gantinya pendidikan karakter akan dimasukkan dalam kurikulum.

Kalau menegok ke belakang, sebenarnya mapel PMP waktu itu sudah sarat dengan pendidikan karakter. Namun sayang ada pesan sponsor di nuansa materinya sehingga berkesan agak dipaksakan untuk pencitraan subyek tertentu. Ada wacana, Pramuka akan dimasukkan sebagai mata pelajaran pendidikan karakter. Kegiatan Pramuka selama ini sudah diselenggarakan hanya porsinya masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler. Sejujurnya semua tudingan akan tertuju pada guru manakala produk pendidikan dinilai tidak bermutu. Padahal dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar guru sudah digariskan dengan ketentuan kurikulum. Guru sebagai ujung tombak di dunia pendidikan memang paling dekat dengan obyek pendidikan sehingga mau tidak mau dianggap yang bertanggung jawab terhadap kualitas dari produk sistem pendidikan. Tulisan ini terinspirasi dari dialog interaktif saya di dunia maya dengan Mbak Ely Meyer. Demikian info sekilas dari dunia pendidikan. Salam

Tembang Gambuh

sekar gambuh ping catur

kang cinatur polah kang kalantur

tanpa tutur katula tula katali

kadaluarsa katutuh

kapatuh pan dadi awon

Baca tulisan ini lebih lanjut

MusimTelah Berganti

Setelah kurang lebih empat bulan bumi kerontang, pohon-pohon meranggas karena diterpa kekeringan, kemaren di daerah kami mendapatkan curahan air hujan. Rerumputan di tanah lapang tampak bersemi, pucuk-pucuk daun menyembul dari tajuknya. Selokan yang menghitam berganti warna cerah dan mengalir lancar, genting yang berdebu tersapu sudah. Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, telah karuniakan Alam yang indah di bumi persada ini.   Baca tulisan ini lebih lanjut

AIR TERJUN SRI GETHUK

Travelling yang saya ekspose kali ini sebenarnya masih satu paket dengan obyek wisata Gua Pindul yang saya ceritakan kemaren, berlokasi di sekitaran Kabupaten Gunung Kidul. Waktu itu perjalanan dari Solo yang pertama kami kunjungi adalah Gua Pindul, dilanjutkan ke obyek air terjun Sri Gethuk tersebut. Baca tulisan ini lebih lanjut

Moda Transportasi yang Nyaris Tergantikan

Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dari hari ke hari hitungannya seperti deret ukur, sementara pertumbahan sarana jalan raya nyaris tak mengalami perubahan sehingga  keluhan kemacetan lalu-lintas menjadi langganan rutin, khususnya di perkotaan. Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor menambah pula volume gas polutan di udara. Reaksi dari adanya fenomena di atas, kini alat transportasi yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan  banyak didambakan oleh masyarakat mengingat efek jangka panjang dari pengaruh menghirup udara tercemari oleh gas karbonmonoksida berasal dari buangan gas kendaraan bermesin, sangat tidak baik bagi kesehatan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Dawet Panasan Kuliner Tradisional

Mengapa disebut dawet Panasan, karena kebanyakan penjual minuman khas itu berasal dari daerah Panasan nama desa di daerah Colomadu, Karanganyar eks karesidenan Surakarta. Ciri khas dawet Panasan dijajakan dengan pikulan. Pedagangnya, pada masa lalu memakai pakaian tradisional yaitu celana komprang dan baju (surjan) dengan ikat pinggang lebar dari kulit. Dawet dihidangkan dalam mangkok dengan sendok ceper (sendok bebek). Ciri khasnya lagi yaitu pada umumnya para penjualnya sudah berusia lanjut (kakek-kakek). Barangkali yang muda sudah enggan berjualan dawet ala tempoe doloe ya :P Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.