Perkembangbiakan Makhluk Hidup

Pembelajaran       : IPA

Kelas                        : 6 SD/MI

Semester                : 1

Standar Kompetensi :

  1. Memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup

Kompetensi Dasar     :

  • Mendeskripsikan  perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia
  • Mendeskripsikan  ciri-ciri  perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan
  • Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan
  • Mengidentifikasi cara perkembangbiakan manusia

Indikator                       :

Mendiskusikan perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia

  • Mendiskusikan perubahan fisik tubuh laki-laki dan perempuan pada masa pubertas dan pengaruhnya.
  • Menjaga kebersihan organ-organ reproduksi
  • Mengidentifikasi berbagai cara hewan berkembang biak.
  • Membedakan ciri-ciri antara hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dan dengan cara melahirkan
  • Mengidentifikasi berbagai cara tumbuhan berkembang biak.
  • Menyimpulkan bahwa tumbuhan berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.
  • Mengidentifikasi bagian-bagian bunga dan biji sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan.
  • Menjelaskan peran penyerbukan
  • Mempraktekkan cara membiakkan tumbuhan, misalnya stek dan cangkok

Ringkasan Materi

I.      Perkembangbiakan pada Manusia

Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai sejak penggabungan antara sel sperma dan sel telur yang membentuk zigot. Zigot merupakan cikal bakal dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan berlanjut hingga manusia dewasa dan akan mengalami penuaan. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia secara umum terjadi dalam dua tahap. Pertumbuhan dan perkembangan tahap pertama terjadi di dalam rahim. Adapun pertumbuhan dan perkembangan tahap kedua terjadi di luar rahim. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan adalah pertumbuhan merupakan pertambahan ukuran tubuh. Contohnya, bertambahnya berat badan dan tinggi badan. Adapun perkembangan adalah kegiatan sel-sel dalam membentuk fungsi-fungsi khusus tubuh. Contohnya, ketika bayi kamu tidak dapat berjalan. Akan tetapiseiring bertambahnya umur, kamu dapat berdiri, melangkah, dan berjalan sendiri.

Untuk melakukan perkembangbiakan harus diawali dari tahap pertumbuhan menuju kedewasaan.

Dari gambar di atas terlihat perbedaan dari setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia dari bayi sampai dewasa. Kebutuhan manusia di setiap tahap perkembangan juga berbeda. Misalnya, pada saat masih bayi, belum bisa makan makanan yang keras karena belum tumbuh gigi. Sehingga hanya makanan yang lunak dan agak cair yang dapat masuk ke dalam tubuh. Namun, ketika menginjak masa anak-anak, makanan yang dapat dikonsumsi sudah mulai bertambah. Begitu seterusnya hingga dewasa dan lanjut usia.

Manusia dapat memulai proses perkembangbiakan ketika sudah dewasa. Sebelum dewasa, manusia mengalami proses menuju kedewasaan yang ditandai dengan masa pubertas.

Tahapan atau masa pubertas merupakan salah satu tahapan yang selalu dilalui oleh setiap manusia. Selama masa pubertas setiap manusia akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat disertai banyak perubahan.

Masa pubertas dimulai pada usia 9-14 tahun, dan berakhir menjelang usia 20 tahunan dengan ditandai berhentinya pertambahan tinggi badan.Tahapan pubertas ini sangat berkaitan erat dengan kemampuan manusia untuk berkembang biak, karena dengan terjadinya perubahan fisik pada tubuh memungkinkan manusia dapat berkembang biak secara kawin. Masa pubertas anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak lakilaki. Perubahan yang jelas terlihat pada perubahan fisiknya yang mengiringi perubahan utama yang terjadi dalam tubuh. Perubahan tersebut dikendalikan oleh hormon kelamin. Ciri-ciri perubahan fisik dapat kita lihat pada masa pubertas adalah sebagai berikut.

Tabel Ciri-Ciri Perubahan Pada Masa Pubertas

Anak Perempuan

 

Anak Laki – Laki

  • Tumbuhnya rambut halus di ketiak  dan alat kelamin
  • Suara jadi melengking
  • Payudara membesar
  • Panggul membesar

 

  • Tumbuhnya rambut halus di ketiak  dan alat kelamin
  • Suara jadi membesar
  • Tumbuh Jakun
  • umbuh kumis, jambang dan      janggut

Kematangan perkembangan alat kelamin pada perempuan, ditandai dengan terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah keluarnya sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium) yang tidak dibuahi bersama lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Pada saat menstruasi darah keluar sedikit demi sedikit melalui vagina (lubang kelamin) selama 2-14 hari, mentruasi terjadi setiap bulan sekali atau terjadi setiap 28 hari sekali. Namun lama menstruasi dan siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda. Apabila seorang perempuan telah mengalami menstruasi berarti telah mempersiapkan diri untuk terjadinya kehamilan. Pinggul membesar untuk mempermudah kelahiran dan payudara membesar untuk mempersiapkan air susu bagi bayi yang dilahirkannya.

Pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan dihasilkannya sel sperma (sel kelamin jantan) oleh alat kelamin laki-laki yang disebut testis. Jutaan sperma dihasilkan setiap hari oleh seorang laki-laki. Sehingga apabila testis telah penuh, kemungkinan sperma keluar dengan sendirinya melalui mimpi, yang dikenal dengan mimpi basah.

Seiring dengan pertumbuhan, terjadi perubahan dalam tubuh seorang perempuan dapat menghasilkan sel telur dan seorang laki-laki dapat menghasilkan sel sperma. Hal inilah yang memungkinkan manusia melakukan perkembangbiakan atau kawin. Namun, untuk manusia ketika akan melakukan proses perkembangbiakan harus memperhatikan nilai-nilai agama, yaitu melalui proses pernikahan. Melestarikan keturunan tanpa melalui proses pernikahan merupakan tindakan tidak bermoral yang harus dihindari. Maka dalam bergaul antara laki-laki dengan perempuan harus berhati-hati. Hindari pergaulan bebas dan hal-hal yang menjurus ke pergaulan bebas, seperti berdua-duaan antara laki dan perempuan, hindari tontonan dan bacaan yang tidak pantas. Selain itu, ikutilah aturan-aturan dalam agama seperti berpenampilan baik, berbudi pekerti luhur dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara beribadah.

Setelah usia 40 tahun tubuh kita akan menua dengan cepat. Masa ini disebut lanjut usia. Masa lanjut usia ditandai dengan kulit menjadi berkerut, tulang-tulang makin rapuh, otot makin lemah, rambut menipis, dan memutih. Pada akhirnya fungsi organ dalam tubuh berhenti dan suatu saat seseorang meninggal.

B. Perkembangbiakan Tumbuhan

1. Tumbuhan Berkembang Biak secara Generatif

Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah terjadinya tumbuhan

baru yang didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan ke kepala putik yang mengandung sel kelamin betina. Alat-alat perkembangbiakan generatif tumbuhan terdapat pada bunga. Bentuk dan susunan bunga setiap jenis tumbuhan berbeda-beda.

Menurut proses terjadinya, penyerbukan dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Penyerbukan sendiri, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri.
  2. Penyerbukan tetangga, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain tetapi kedua bunga itu masih satu pohon.
  3. Penyerbukan silang, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda pohon tetapi masih satu jenis.
  4. Penyerbukan bastar, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda pohon dan tidak sejenis tetapi masih satu famili. Contoh penyerbukan antara cabe merah dengan cabe rawit.

2.   Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dikelompokkan menjadi perkembangbiakan vegetatif alami dan vegetatif buatan.

Perkembangbiakan Vegetatif Alami

Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan secara tidak kawin yang terjadi tanpa bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif alami, antara lain menggunakan umbi lapis, umbi batang, umbi akar,akar tinggal, geragih, tunas, tunas adventif.

1)     Umbi batang

Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang contohnya Kentang. Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Umbi batang tersebut sebenarnya merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncup membentuk mata tunas.

1)     Umbi lapis

Umbi lapis merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis. Pada bagian atas umbi lapis tumbuh daun, sedangkan pada bagian bawah umbi lapis terdiri dari cakram dan akar serabut. Contoh tumbuhan yang memiliki umbi lapis, antara lain bawang merah, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.

Perkembangbiakan umbi lapis dimulai dengan tumbuhnya siung pada tunas ketiak yang paling luar. Pada awal pertumbuhannya, siung mengambil makanan dari induknya. Jika siung itu telah berdaun dan berakar, siung itu dapat membuat makanannya sediri dengan melakukan fotosintesis.

2)     Umbi akar

Umbi akar adalah akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi ini ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas. Tunas tersebut merupakan tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi akar, antara lain dahlia, wortel,  lobak, dan singkong.

3)     Akar tinggal

Akar tinggal adalah batang yang seluruhnya berada dan tubuh menjalar di permukaan tanah. Tunas tumbuhan baru tumbuh dari ketiak sisik setiap buku akar tinggal. Contoh tumbuhan yang memiliki akar tinggal, antara lain kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur.

4)     Geragih

Geragih atau stolon adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan tanah. Tumbuhan baru dimulai dengan kuncup ujung yang menyentuh tanah, kemudian membelok ke atas. Pada bagian yang menyentuh tanah akan tumbuh tunas yang berakar dan berdaun. Tunas-tunas itu tumbuh menjalar dan

tidak tergantung lagi pada induknya, tetapi masih tetap berhubungan. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara geragih adalah antanan, arbei, rumput t eki, dan strawberi.

5)     Tunas

Tunas tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda menjadi tumbuhan baru dan tumbuh di sekitar induknya sehingga terbentuklah rumpun. Tunas ini tidak tergantung pada induknya. Walaupun induknya ditebang, tunas akan tetap tumbuh.

Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, antara lain pisang, bambu, dan tebu.

6)     Tunas adventif

Perhatikan gambar di samping! Tumbuhan seperti tampak pada gambar di samping berkembang biak dengan tunas adventif. Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh tidak di ujung batang dan ketiak daun. Tunas ini tumbuh pada bagian daun dan akar.

Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adventif adalah cocor bebek, sukun, cemara, dan kersen/talok.

Perkembangbiakan vegetatif buatan

Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin pada tumbuhan yang sengaja di lakukan oleh manusia atau dengan bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif buatan, antara lain mencangkok, menempel (okulasi), menyambung/ mengenten, stek, dan merunduk.

1.      Mencangkok

Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua, misalnya jeruk, jambu, mangga, rambutan,durian, dan sebagainya.

2.      Menempel (okulasi)

Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis. Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul.

3.      Menyambung/mengenten

Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul.

4.      Stek

Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan

atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon, tebu, mawar, melati, dan kangkung.

5.      Merunduk

Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk dipotong. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan dengan cara merunduk antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya.

Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian vegetatif buatan.

a.   Tumbuhan baru mempunyai sifat yang sama persis dengan sifat tumbuhan induknya.

b.  Cepat menghasilkan jika dibandingkan dengan ditanam dengan bijinya.

Sedangkan kerugian vegetatif buatan adalahsebagai berikut.

a.  Tumbuhan yang diperbanyak secara vegetatif buatan tidak memiliki akar tunggang sehingga mudah tumbang.

b.  perkembangbiakan vegetatif buatan menghasilkan sedikit tumbuhan baru.

c.  merusak tumbuhan induk.

Perkembangbiakan Hewan

Seperti halnya tumbuhan, perkembangbiakan hewan ada yang tidak kawin dan ada yang kawin. Perhatikan uraian berikut!

1.      Perkembangbiakan Secara Tidak Kawin pada Hewan

Membelah diri

Perkembangbiakan terjadi pada hewan bersel satu, seperti amoeba, protozoa, paramecium, dan virus. Secara umum perkembangbiakan vegetatif pada hewan bersel satu dengan cara membelah diri.

Hewan bersel satu, misalnya amoeba, perkembangbiakannya dimulai dengan pembelahan inti sel menjadi dua bagian. Setelah itu dikuti dengan pembelahan cairan sel dan dinding sel. Akhirnya terbentuklah dua sel amoeba baru. Masing-masing sel hidup mandiri dan akan membelah diri lagi.

Tunas

Calon generasi baru muncul dari bagian samping tubuh. Lama kelamaan calon tersebut membesar dan memisahkan diri dari induknya. Contoh hewan yang dapat bertunas adalah anemon laut dan hydra.

2.      Perkembangbiakan Generatif (Kawin) pada Hewan

Setiap makhluk hidup diberi kemampuan untuk memperbanyak jenisnya, demikian pula hewan. Hewan yang telah dewasa akan membentuk sel-sel kelamin. Hewan jantan akan menghasilkan sel kelamin jantan atau sperma, sedangkan hewan betina akan menghasilkan sel kelamin betina atau sel telur/ovum. Perkembangbiakan generatif selalu diawali dengan perkawinan atau pembuahan. Pembuahan adalah peleburan antara ovum dengan sperma setelah terjadi pembuahan terbentuklah zigot. Zigot adalah sel telur yang telah dibuahi. Selanjutnya zigot tumbuh menjadi janin, kemudian janin tumbuh menjadi anak atau individu baru. Berdasarkan tempat tumbuhnya janin, hewan dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu hewan melahirkan (vivipar), hewan bertelur (ovipar) dan hewan bertelur-melahirkan (ovovivipar).

a.      Hewan Melahirkan atau Vivipar

Vivipar adalah hewan yang melahirkan anaknya. Hewan vivipar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

1)     Janin tumbuh di dalam rahim induk betina (masa kehamilan).

2)     Janin memperoleh makanan dari induknya dengan perantaraan tali pusat atau plasenta.

3)     Pertumbuhan janin relatif lambat.

4)     Bentuk tubuh anak yang lahir sama dengan bentuk tubuh induk.

5)     Mempunyai daun telinga.

6)     Induk betina menyusui anaknya. Hewan menyusui anaknya disebut mamalia.

Contoh hewan melahirkan antara lain kambing, gajah, kucing, singa, tikus, kerbau, kelelewar, sapi, kuda, beruang, paus, lumba-lumba, dan sebagainya.

b.     Hewan Bertelur atau Ovipar

Ovipar adalah hewan yang meletakan telur di luar tubuh induk betinanya. Hewan bertelur atau ovipar memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1)     Janin tumbuh di luar tubuh induk betina tetapi di dalam telur bercangkang.

2)     Janin memperoleh makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur.

3)     Janin tumbuh relatif cepat.

4)     Bentuk tubuh anak umumya sama dengan bentuk tubuh induknya.

5)     Tidak mempunyai daun telinga.

6)     Tidak mempuyai kelenjar susu.

7)     Tidak menyusui anaknya.

Contoh hewan bertelur atau ovipar antara lain ayam, burung, ikan, penyu, ular, katak, kupu-kupu, dan sebagainya. Pada beberapa unggas atau burung, telur dierami sehingga memperoleh panas yang sesuai dari tubuh induknya hingga menetas. Masa mengerami setiap jenis burung berbeda-beda. Misalnya, masa mengerami pada ayam adalah 21 hari.

c.  Hewan Bertelur – Melahirkan atau Ovovivipar

Kadal sebenarnya merupakan hewan bertelur, tetapi telurnya menetas di dalam tubuh induk betina kemudian anaknya keluar dari tubuh induk betina. Hewan yang demikian disebut hewan bertelur-melahirkan atau ovovivipar. Hewan lainnya yang termasuk ovovivipar, antara lain, beberapa jenis ular dan ikan hiu. Ciri-ciri ovovivipar sama dengan ciri-ciri ovipar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 192 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: