Wisrawa
Mei 13, 2012 Tinggalkan Komentar
Prabu Sumali dan Dewi Sukesi
Alkisah dinegeri Alengka, Prabu Sumali sedang memikirkan puterinya Dewi Sukesi, yang sudah beranjak dewasa tetapi belum mempunyai pendamping dalam hidupnya. Sebenarnya sudah tak terbilang banyaknya para ksatriya yang meminang sang puteri, tetapi tidak satupun pinangan itu yang diterimanya. Apakah para satriya itu tidak memenuhi syarat dan kriteria yang diinginkan oleh Dewi Sukesi? Apakah syarat pinangan itu terlalu berat?
Syarat utama supaya pinangannya diterima bukanlah pemberian harta berlimpah dan uang mas dan perhiasan-perhiasan berlian indah dan mahal atau mas picis rajabrana. Bukan pula pemberian tanah yang luas atau real estate, bukan pula kedudukan serta kekuasaan.
Sastrajendrahayuningrat
Syarat utama pinangan yang diajukan Sang Dewi adalah barang siapa yang dapat mempresentasikan secara pas dan gamblang sebuah kitab yang berjudul Sastrajendrahayuningrat. Meskipun hanya sebuah kitab, tapi kitab yang satu ini bukanlah perkara yang baen-baen. Sastrajendra adalah ngelmu sejati, pengetahuan spiritual yang hanya diperuntukkan para dewa. Sudah barang tentu tidak banyak orang tahu, bahkan mendengar judulnya pun belum pernah. Para pelamarpun dengan perasaan kecewa berat pulang dengan tangan hampa. Namun karena Prabu Sumali adalah raja yang bijaksana, dengan santun beliau memberi pengarahan kepada para pelamar sehingga mereka tidak dihinggapi rasa sakit hati. Para pelamar juga bertekat kembali lagi setelah berguru atau mencari referensi mengenai kitab itu di perpustakaan seantero negeri. Kalau sekarang mungkin dengan browsing di internet tanya sama Mbah Google ya ….
Begawan Wisrawa
Sementara itu di kerajaan Lokapala, baru saja menobatkan putra mahkota menjadi raja baru. Raja yang baru diwisuda adalah Raja Danaraja, menggantikan ayahandanya yang lengser keprabon – dengan sukarela turun tahta. Raja yang turun tahta itu ialah Wisrawa. Sebenarnya belum begitu tua usianya, namun karena lebih ingin menekuni jalur spiritualitas, ingin membersihkan jalan kehidupannya dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan mengamalkan pengetahuan spiritualnya kepada sesama mahluk Tuhan. Ia merasa terpanggil madeg pandita. Wisrawa telah digembleng jiwanya, ia telah menguasai kesejatian hidup, ia adalah salah satu manusia yang menguasai ilmu Sastrajendra.














Komentar Terakhir